Home » , , , , , , » Full Day School Atau Sekolah 8 Jam Dibatalkan Jokowi atau sebaliknya ?

Full Day School Atau Sekolah 8 Jam Dibatalkan Jokowi atau sebaliknya ?

Full Day School Batal
Full Day School yang didalamnya adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menimbulkan pro kontra di masyarakat, entah apa yang ada dalam benak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sehingga beliau tampak bersikeras tetap melaksanakan ini melalui Permendikbun 2017 tentang Full Day School yang tepatnya berada Pasal 2 yang berbunyi seperti ini :
Pasal 2
(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Baca Juga Ciri-Ciri Anak Kreatif, apakah anak anda termasuk ?

Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh salinan Permendikbud No 23 Tahun 2017 Tentang Full Day School DISINI

Namun Permendikbud ini tidak berlaku setelah Presiden Joko Widodo Menunda pelaksanaannya setelah terjadi Polemik di masyarakat, yang perlu kita ingat Permendikbud No 23 Tahun 2017 ini tidak dibatalkan namun akan ditingkatkan menjadi PP. 
Adapun alasan penundaan ini karena gaduhnya masyarakat akan dampak yang ditimbulkan seperti penolakan dari MUI, NU dan petisi yang ditimbulkan masyarakat, banyak yang hanya menilai dari luarnya saja tanpa tabayyun langsung ke Menteri Muhadjir. 
seperti yang terjadi saat menteri muhadjir berkunjung ke Ponpes Sidogiri beliau menjelaskan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter melalui Full Day School tidak akan mematikan madrasah diniyah, TPA, Dan lain-lain malah sekolah merangkul pihak lain dalam hal pemantauan kegiatan anak agar lebih bernilai positif, yang perlu diingat kata beliau bahwa sekolah tidak akan mendatangkan pengajar-pengajar untuk pendidikan guru atau ustadz dari luar seperti selama ini yang dikhawatirkan.

Kami rasa ini hanya miskomunikasi antara pembuat keputusan dalam hal ini mendikbud dengan masyarakat terutama organisasi keagamaan dan sosial yang merasa tidak dilibatkan secara langsung.

Tidak perlu takut pelaksanaan Full Day School ini, karena pemerintah tentu memikirkan yang terbaik untuk anak bangsa, anak perlu ilmu namun akhlaq dan adab jauh lebih diperlukan agar bisa membangun bangsa ini dengan ilmu dan akhlak yang mulia.

Baiklah, ini saja dari admin duniapendidikandansekolah.com sampaikan, semoga bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan kita semua.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh





0 komentar:

Post a Comment