Home » , , , , » Faktor Penghambat Kreativitas Anak Menurut Ahli Psikologi

Faktor Penghambat Kreativitas Anak Menurut Ahli Psikologi

Pada mulanya kreativitas atau anak yang kreatif dipandang sebagai faktor turunan yang hanya dimiliki oleh individu tertentu, namun seiring perkembangan zaman ternyata perkembangan kreativitas tidak dapat berkembang secara otomatis akan tetapi membutuhkan stimulus atau rangsangan dari lingkungan yang dihadapi oleh anak tersebut. pada artikel sebelumnya sudah kami tulis yaitu tentang 38 Ciri anak Cerdas dan Kreatif, dan juga tentang faktor-faktor pendukung kreativitas anak.
penghambat anak kreatifBagaimana para ahli psikologi melihat sebuah kreativitas dan mengapa sering terjadi kreativitas melempem, itu karena salahnya penanganan oleh lingkungan terutama orang tua dan guru. Clark (1983) menyebutkan bahwa faktor yang menghambat sebuah kreatifitas adalah sebagai berikut :
  1. Timbulnya kebutuhan akan keberhasilan, sikap ketidakberanian dalam menanggung resiko atau ada upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui.
  2. Konformitas* yang dilakukan terhadap teman-teman di kelompoknya dan tekanan sosial * konformitas = mengubah sikap dan tingkah laku agar bisa sesuai dengan norma dan etika yang ada. misalkan saja kalau makan di warung biasanya salah satu yang traktir, begitu pula berlaku baginya
  3. Kurangnya sikap berani dalam melakukan eksplorasi, berimajinasi dan melakukan penyelidikan.
  4. Stereotip* peran jenis kelamin atau seks * stereotip = persepsi terhadap seseorang terhadap kelompok mana orang itu dikategorikan
  5. Kurang mampu membedakan antara bermain dan bekerja
  6. Bersikap otoriter
  7. Tidak menghargai terhadap fantasi atau khayalan
Torrance (1981) interaksi orang tua bisa menghambat kreativitasnya seperti yang disebutkan di bawah ini :
  1. terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi dan khayalan anak.
  2. membatasi rasa keingin tahuan anak
  3. terlalu menekankan peran dengan berdasarkan perbedaan jenis kelamin
  4. terlalu banyak melarang anak
  5. terlalu sering menekankan kepada anak untuk merasa malu.
  6. penekanan yang terlalu sering pada keterampilan verbal tertentu
  7. Kritik yang cenderung destruktif atau menghancurkan semangat anak.
Jadi, berdasarkan pendapat Torrance (1981) interaksi orang tua terhadap anak atau remaja yang dapat mendorong kreativitas anak adalah atas dasar hubungan kehidupan sejati, saling bertukar pengalaman dalam hal ini orang tua dan anak adalah subyek yang saling berinteraksi secara seimbang, bukan otoritas orang tua yang mengekang.

beberapa tambahan informasi adalah anak-anak kreatif, meskipun memiliki kemampuan dan kelebihan dibandingkan yang lain, bukan berarti dalam menjalankan hidup perjalannya akan selalu mulus dalam perkembangan psikologisnya, di samping potensi kreatifnya itu, jika tidak ditangani dengan baik maka menimbulkan masalah pada dirinya. nah oleh karenanya anak kreatif adalah anugrah yang harus kita jaga dengan baik, Insya Allah dengan perlakuan yang baik maka hasilnya akan sangat membanggakan.

Demikian yang duniapendidikandansekolah.com dapat bagikan, kami sangat berharap anak-anak kreatif kita di indonesia berkembang secara maksimal, bimbing dan beri penanganan yang tepat karena mereka akan memegang bangsa ini di masa depan, orang yang kreatif selalu saja dapat bertahan dalam keadaan apapun

Wabillahi taufiq wal Hidayah

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

0 komentar:

Post a Comment